cerita tentang diriku
Senin, 17 Oktober 2011
Kamis, 28 April 2011
the problem
The Problem
| P |
agi hari saat embun masih terlihat, aku merasakan sejukanya udara pagi ini. Setetes air yang keluar dari setangkai daun. Embun ini hanyalah hanyalah air sejuk yang kurasakan, setiap pagi.aku tidak bisa lagi melihat bagaimana bentuk embun itu apakah sudah berubah menjadi suatu bentuk baru atau tetap seperti embun yang pernah ku lihat. Hal ini disebabkan mataku yang tak dapat lagi menerima cahaya terang yang membuat ku dapat melihat. Perlahan aku menarik nafas dan mencoba menenangkan emosi ku walau sekarang aku tak seperti dulu,tapi aku masih bisa berjalan sendiri dan masih bisa berbicara, aku pun yakin aku tetap bisa untuk berubah menjadi yang lebih baik walupun dengan keadaan seperti ini. Hal buruk yang sedang menimpa ku bertanda bahwa tuhan masih sayang pada ku.
Aku beranjak bangun dari taman dibelakang rumah. Perlahan aku berjalan dengan pasti menuju kedalam rumah. Tetapi sejenak aku terhenti sebab aku mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan perlahan dan mulai menghampiri ku.
“ syah…!!!”. seru seseorang dari kejauhan.
“ siapa???”. Jawab resyah.
Sejenak aku berpikir bahwa itu adalah sahabat baik ku yang sudah lama pergi meninggalkan aku tanpa pamit pergi. Tapi mengapa sekarang dia kembali. Apa di hanya ingin mentertawai keadaan aku yang sekarang.
“ apa kau sama sekali tidak ingat dengan suaru sahabat mu ini.” Jawab vino, dengan hati yang tersentuh melihat keadaan sahabat terbaiknya seperti itu.
“ vino…!!!mengapa kau kembali dan berada dirumah ku.”kata resyah sambil mengayunkan tongkatnya untuk menandakan bahwa dia tidak mau bertemu dengan vino.
“ aku kesini untuk melihat keadaan mu, dan meminta maaf atas kesalahan yang aku buat kepada mu.” Seru vino sambil menghampiri resyah.
“ sudahlah aku bosan mendengar semua tentang kesalahan mu. Sekarng aku harus menjalankan hidup ku tanpa penglihatan, aku tidak butuh cerita masa lalu ku.” Jawab resyah dengan marah.
Aku pun langsung bergegas menuju rumah tapi seketika aku teringat bahwa vino pernah menyelamatkan hidupnya diwaktu kecil.
“ maaf aku emosi.”kata resyah.
“ ini lah resyah yang aku kenal seorang pemaaf dan seorang yang memotivasi dirinya sendiri untuk bangkit dari keterpurukan.” Kata vino sambil menepuk bahu resyah.
Lalu aku masuk kedalam rumah bersama vino.
*_*_*
Banyak sekali suara teriakan memanggil menyebut nama aku dan kakak ku, aku pun tersadar bahwa sekarang aku sedang berdiri diatas sebuah panggung, dan aku ingat waktu itu mamah pernah membicarakan tentang sebuah acara lomba menyanyi ternyata saat ini aku sedang mengikuti lomba yang dibicarakan itu. Tak mau aku mengecewakan mamah dan papah aku pun dengan kakak ku randy mulai memainkan music dengan judul lagu hilang dari band garasi, saat itu randy memainkan sebuah piano dan aku bernyanyi. Setelah aku selesai menuntaskan lagu ku semua orang bertepuk tangan untuk permainan music yang kami berikan. Sungguh tak ku percaya kejadian ini bisa terjadi.
Setelah banyak peserta menampilkan bakat music yang dipunya, saatnya tiba untuk pengumuman para pemenang. Juara 3 dan juara 2 tidaklah nama kakak dan aku disebut, mamah papah pun sudah mengajak kami untuk pulang. Tapi dengan sangat mengejutkan nama kami berdua disebut sebagai juara 1. Aku dan kakak langsung naik ke atas panggung untuk menerima hadiahnya. Saat turun panggung mamah dan papa hanya menyambut randy saja mengucapkan kata selamat kepadaku saja tidak. Aku tetap bisa mengontrol emosi ku dengan baik.
“ ok randy sekarang kita pulang yuk, kita rayakan kemenangan mu besok!!” kata papah
“ siip pah..!!”. jawab randy. Penuh semangat.
Mereka bertiga terus saja berjalan menuju parkiran mobil dan tidak memperdulikan aku yang berjalan tak tahu arah.
“ ka randy papah mamah kalian dimana?” kata ku.
Tak ada satu orang pun yang menjawab mereka bertiga meninggalkan ku seorang diri. Aku tak mengharapkan mereka mencari ku karena kejadian ini pernah terjadi dan aku bisa pulang sendiri sampai dirumah dengan selamat.
“ sepertinya aku sudah jauh berjalan, dan mungkin sudah sangat jauh karena tak ada satu suara yang terdengar. Yang terdengar hanyalah suara jangkrik. Aku tak perduli kali ini aku bisa sampai dirumah atautidak.” Kata ku.
Semkain aku jauh berjalan aku pun mulai letih tak perduli dengan lingkungan sekitar apakah aku berdiri ditempat yang benar atau tidak aku langsung saja duduk.
“tin… tin.. tin..”. suara kelakson mobil dari jauh yang melaju dengan cepat, aku berdiri tapi tidak tahu harus berjalan kemna karena aku tak tahu posisi ku sekrang seperti apa?.
“ hei kau buta ya? Kenapa kau berdiri ditengah jalan seperti ini, apa kau ingin bunuh diri.” Kata seorang pemuda yang keluar dari mobil kepada resyah, yang sambil melambaikan tangannya kedepan muka resyah.
“ maaf maaf aku memang buta, maaf saya akan pergi maaf.” Kata aku, yang sambil berjalan kepinggir. Tanpa ku tak tahu arah ku benar apa tidak.
Dalam hati si pemuda itu berkata “ ehm ternyata pemuda itu memang buta, huft pasti aku sudah menyakiti persaannya, tapi ya sudahlah.”pemuda itu langsung kembali kemobil dan langsung melaju cepat sekali. Tapi begitu ditikungn tajam mobil itu kehilangan kendali dan langsung masuk kedalam jurang. “ jeger.. brak.!!”
Suara apa itu jangan-jangan mobil yang tadi mengalami kecelakaan, aku pun begitu panic dan langsung berjaln menuju sumber suara. Dan ternyata disan sudah banyak sekali orang yang mengerubungi. Ternyata memang benar yang aku pikirkan. Tak lama keudian mobil ambulance datang dan mengangkat korban kedalam mobil. Dan entah aku juga diajak oleh seseorang penolong korban dan aku diajak untuk ikut masuk kedalam mobil itu. Aku tak dapat menolak aku mengikuti saja apa kata orang itu. Sesampai dirumah sakit aku di bawa ke ruang UGD, ketika aku khendak diperiksa oleh seorang dokter. Dokter itu menanyakan siapa nama ku. Ketika aku menjawab nama ku adalah resyah. Dokter itu terdiam dan seperti tampak berpikir.
“ Dok.. dokter.. ko diam. Apa ada yang salah dengan nama saya?.”kata ku pada dokter.
“ Kamu Resyah,.. kamu itu sahabat vino kan?” Tanya dokter kepada Resyah.
“ iya dokter benar, dokter tahu dari mana?.” Jawab aku.
“ Vino adalah anak saya, lalu kenapa kamu bisa ad disini?.” Kata dokter.
“ Saya juga tidak tahu, begitu ada sebuah ada kecelakan tadi aku langsung dibawa oleh tim penolong, mungkin karena mata ku buta kali ya dok, jadi saya dibawa keruma sakit ini. Kta aku.
“ Dokter pasien kecelakan itu keadaannya kritis dok, dokter cepat kesana di membutukan pertolongan dokter.” Kata suster yang tanpa mengetuk pintu untuk masuk ke ruang UGD.
Dokter yang bilang kepada aku bahwa dia adalah ayahnya Vino langsung bergegas pergi dari ruangan aku dan menyuruh aku untuk tetap tinggal di ruangan ini. Aku pun tetap menunggu diruangan ini sendirian. Dan pikiran aku pun mulai berkhayal mungkin aku ini adalah anak yang dianggap oleh orang tua ku sebagai jelatang di hulu air. Pasti ka revan, mamah, papah sekarang senang karena aku tidak ada dirumah jadi anak pengganggu sudah musnah. Pikiran aku terus saja seperti itu. Sudah satu jam aku menunggu lamanya, tiba-tiba terdengar ada orang yang masuk.
“ Resyah.. ngapain kamu disini?”. Kata Vino.
“ Vino.. loh.. kok kamu bisa da disini?.” Kata aku heran.
“ Tadi papah ku sms aku katanya kamu ada dirumah sakit ini.”. jawab vino.
“ Oh.. ternyata benar dokter tadi itu papah kamu? Tapi kamu gak pernah cerita kalau papah kamu bekerja sebagai dokter.” Tanya aku.
“ Hehehe maaf aku lupa cerita sama kamu, oh ya aku disuruh kesini sama papah ku karena aku ingin menyampaikan berita baik buat kamu syah!”. Kata Vino yang sambil tersenyum.
“ Berita baik apa?”. Tanya aku penasaran.
“ sebentar lagi kamu bisa melihat, karena ada orang yang mau mendonorkan matanya kepadamu.” Jawab Vino penuh semangat.” Kata Vino penuh semangat.
“ Oh..” jawab aku setengah senang tapi juga tidak berharap aku dapat melihat lagi.
“ Kenapa kau tak senang, padahal sebentar lagi kau bisa melihat loh.”kata Vino.
“ Aku senang tapi juga tidak, percuma aku bisa melihat jika tetap keluarga ku tidak pernah menganggap aku ada.”kata aku.
*_*_*
Begitu pagi tiba, aku melaksanakan operasi mata, mata yang aku dapat ternyata berasal dari seseorang yang hampir menabrak aku malam itu. Ternyata untuk menebus kesalahnya waktu itu, karena pernah memarahi aku, dan ketika kecelakan itu sebelum dia meninggal dia berpesan untuk memberikan matanya kepadaku. Aku pun menerima niat baik orang itu. Hampir 10 jam sudah operasi berjalan dan aku hanya ditunggu oleh Vino seorang diri. Setelah jam menunjukan waktu pukul 11.30 operasi ku berjaln lancar dan aku dibawa keruang inap. Sesampainya disana dokter menyuruh untuk menuggu lamanya 2 jam agar hasil operasi bisa dibuka. Aku memang beruntung mempunyai sahabat yang masih peduli kepada aku, Vino sangat setia kepada aku padahal dia sudah menuggu ku dari malam ketika aku dibawa kesini, dalam hati aku pun bejanji akan sperti sebuah peribahasa yaitu laba sama dibagi, rugi sama diterjuni yang artinya bersahabat sehidup semati.
Saat yang ditunggu oleh aku dan Vino pun tiba, dokter datang dan segera melepas perban dimata aku. Jantung aku pun berdegup kencang, hati k uterus berkata kalau pun hasil operasi ini gagal aku tidak pernah menyesal, dan aku tetap mensyukuri. Perlahan dan pasti aku mulai membuka mata aku, beberapa menit aku membuka mata dan masih belum melihat ada sesuatu yang berbeda tapi seketika mulai muncul sinar-sinar terang dan akhiranya aku bisa melihat kembali, persaan ku sangat senang, begitu pun Vino yang senang melihat aku bisa melihat kembali. Aku merasa bahwa aku telah terlahir kembai dengan keadaan yang sempurna.
*_*_*
Rumah aku ingin sekali member tahu bahwa aku sudah bisa melihat kembali, mungkin dengan aku yang sekarang mamah, papah, dan ka revan bisa berubah. Tapi keadaannya yang ada sangatlah berbeda, dirumah sedang mengadakan konferesi pers, dan mengumumkan anak papah dan mamah hanyalah Revan seorang, dan sedangkan Resyah yang buta tampil diatas panggunng kemarin adalah hany seorang anak sahabatnya. Aku yang mendengar itu tiris sekali. Tak kuasa aku pun teriak dan bertanya apa benar yang dikatakan papah, dan ternyata semua itu dibenarkan oleh mamah, bahkan mamah menjelaskan kepada ku bahwa kamu hanyalah anak sahabat papah yang buta dan ia tidak ibisa merawat anaknya dan menintipkan kepada papah untuk merawatnya hingga besar. Tapi ketika kamu duduk di kelas 4 sd kamu mengalami kejadian yang sama seperti papah mu mengalami kebutaan. Dan papah mu sekarang berada di panti jompo. Papah dan mamah sungguh berkata jujur dan mereka tak memprdulikan hati ku yang semakin robek dan tak terbentuk mendengar perkataan mereka. Aku langsung pergi dari tempat dimana aku dibesarkan itu dan menuju panti jompo itu, ternyata rahasia ini hanyalah jawaban bagi semua yang pernah ada, yang sekarang ada, dan yang akan ada. Di dalam taksi aku menemukan sebuah buku dan aku membaca buku itu, buku yang berjudul The Secret dalam buku itu ada seseorang berkata. “ Dan anda mempunyai dua rangkai perasaan : perasaan baik dan perasaan buruk. Dan anda mengetahui perbedaanya karena yang satu membuat anda merasa baik, dan yang lain membuat anda merasa buruk. Ada perasaan tertekan ( depresi), marah, kesal, atau rasa bersalah. Perasaan-perasaan tersebut membuat anda merasa tidak berdaya, itulah perasaan-persaan buruk”Lisa Nichols.
Rumah panti jompo kasih sayang begitulah yang terpampang disebuah papan yang aku lihat ketika aku sampai tempat tujuan aku. Aku pun segera masuk dan bertanya kepada pemilik panti ini. Aku bertanya kepada pemilik panti ini, apakah disini ada orang tua yang sudah tuna netra umurnya sekitar 52 tahun. Pemilik panti menjawab memang ada, orang tua itu memang semenjak di ajak ke panti ini dalam keadaan tidak dapat melihat. Dan sehari di berada disini dia sering menyebut dia rindu terhadapnya. Aku pun bertanya kepada pemilik panti dimana keberadaan orang yang aku cari, pemilik panti pun mengantar kan aku.
Dari kejauhan aku sudah dapat melihat seseorang yang sedang duduk dibangku taman dan tampak termenung.
“ Ayah…. Ayah.. ayah..”. kata aku sambil berlari dan langsung memeluk ayah aku.
“ Resyah.. apa benar itu kamu nak..?” kata orang itu sambil menangis.
“ Iya yah ini aku Resyah anak ayah.” Kata aku sambil menangis bahagia.
“ Terimkasih ya Allah aku sangat besyukur, kau dapat pertemukaan hamba dengan anak hamba.” Kata ayah Resyah yang terus memeluknya.
Pertemuan aku dengan ayah bukanlah sebuah penyesalan atau suatu masalah, meski ayah ku seperti ini keadaannya aku tetap bahagia, karena aku dianggap ada dan disayang dengan orang yang paling menyangi aku. Dan hidup ku harus lebih berwarna untuk esok hari, tak lagi ku ingin kenang masa lalu, ku anggap saja angin yang berlalu. “saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tiba di titik ini, karena saya di besarkan dengan ide bahwa ada sesuatu yang harus saya lakukan, dan jika saya tidak melakukannya, tuhan tidak akan senang pada saya. Ketika saya sungguh mengerti bahwa tujuan utama saya adalah merasakan dan mengalami kegembiraan, saya mulai hanya melakukan hal-hal yang mendatangkan kegembiraan bagi saya. Karena saya mempunyai peribahasa;jika tidak menggembirakan jangan lakukan.” Jack Canfield
Dari kutipan bijak tersebut akan aku buka lembaran hidupku yang baru bersama ayah.
Biodata diri
Nama : Muhamad Eza Suprapto
Kamis, 17 Februari 2011
biodata afgan syhreza.
BIODATA afgan lengkap :)
Nama Lengkap | : | Afgansyah Reza |
Nama Panggilan | : | Afgan |
Tempat Tanggal Lahir | : | Jakarta, 27 Mei 1989 |
Nama Ayah | : | Loyd Yahya (dokter ahli anestesi) |
Nama Ibu | : | Lola Purnama (dokter spesialis anak) |
Anak Ke : Dua dari empat bersaudara yaitu "Dhery (kakak perempuan), Afgan, Dhika (adik perempuan), Arsya (adik laki-laki)"
Tempat Tongkrongan : Senayan City (karena letaknya strategis kata Afgan), Plasa Senayan, PIM 2, kadang Citos.
Favorite foods and drinks : Ramen beef spicy (mi gendut khas jepang) di Urban Kitchen, kentang
balado (spesial bikinan mbok di rumah), A&W (spicy, dada mentog 2
pieces, plus rice), nasi jepang segitiga berlapis nori di Kamome, spagety-nya Wendy's, Burger polos di Burger King, indomi rebus pake telor dan irisan cabe rawit.
Es teh manis, watermelon juice, coca cola, fresh tea, air putih pake es batu (wuuuu.. afgan banget)
balado (spesial bikinan mbok di rumah), A&W (spicy, dada mentog 2
pieces, plus rice), nasi jepang segitiga berlapis nori di Kamome, spagety-nya Wendy's, Burger polos di Burger King, indomi rebus pake telor dan irisan cabe rawit.
Es teh manis, watermelon juice, coca cola, fresh tea, air putih pake es batu (wuuuu.. afgan banget)
Fav Wardrobe : Preppy Look
Fav Book : Memoirs of Geisha
Blood Group(golongan darah) : A
Album & Soundtrack :
Confession No.1
Bukan Cinta Biasa (OST Film Bukan Cinta Biasa)
Penghargaan :
*Most Favorite Male Artist (MTV Indonesia Awards, 2008)
*Best Artist of The Year (MTV Indonesia Awards, 2008)
*Most Favorite Male Singer (Nickelodeon Kid's Choice Awards, 2008)
*Penyanyi Solo Pria Terbaik (AMI Awards, 2009)
*Album Pop Tergetop (SCTV Music Awards, 2009)
Filmografi :
Bukan Cinta Biasa (tayang di Bioskop 7 mei 2009)
Langganan:
Postingan (Atom)





